Perbedaan Panel Surya Dan Sel Surya

Apa Bedanya Panel Surya Dan Sel Surya? Berikut Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Letak Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa sangat berpotensi mendapatkan pancaran matahari penuh sepanjang tahun. Tak ayal jika pemanfaatan teknologi panel surya atau solar panel sangat cocok ditempatkan disini. Sayangnya, tanggapan sama terkait solar panel dengan sel surya membuat teknologi ini masih belum dipahami dengan pasti. Untuk itu, kenali perbedaannya disini.

 

Sekilas Tentang Solar Panel Dan Sel Surya

Solar panel dan sel surya atau photovoltaics cell pada dasarnya memang berbeda. Namun, kedua komponen ini merupakan satu kesatuan penuh yang dibutuhkan untuk menciptakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Hal ini karena sel surya merupakan bahan semikonduktor yang berguna untuk menangkap energi dan mengubahnya menjadi listrik dalam proses fotoelektrik.

Jika dijabarkan, sel surya adalah komponen kecil berupa kristal silikon yang digunakan untuk merancang teknologi ini. Selanjutnya, panel surya dihadirkan dari gabungan beberapa sel surya yang akan menangkap pancaran sinar matahari untuk diproses lebih lanjut dengan memanfaatkan komponen pendukung lainnya.

Lazimnya, perbedaan kualitas sel surya inilah yang dapat mempengaruhi efektivitas energi listrik yang dihasilkan. Sel surya yang menyusun teknologi ini umumnya dapat dibedakan menjadi grade A, grade B hingga grade C dan D. Tentu saja, grade A memiliki kualitas sel yang paling tinggi dari pada grade B. Begitu pula, grade B memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada grade C dan D.

Perbedaan kualitas sel surya yang digunakan untuk menyusun solar panel umumnya dapat dilakukan dengan melihat warna dan karakteristik detailnya. Disini, kualitas yang lebih rendah ditandai dengan keberadaan bintik noda atau retakan mikro. Akibatnya, efisiensi pemrosesan hasil pancaran matahari menjadi kurang optimal.

 

Kapan Sel Surya Dapat Dijadikan Solar Panel?

Pemanfaatan panel surya sebagai teknologi listrik alternatif membutuhkan permukaan yang cukup luas dalam penangkapan sinar matahari. Sehingga, anda membutuhkan gabungan sel surya yang cukup banyak untuk mendapatkan hasil yang optimal. Yaitu mulai dari 32 sel hingga 96 sel surya. Meski demikian, penggunaan 72 sel surya merupakan jumlah umum yang sering digunakan.

Selanjutnya, sel surya tersebut akan dihubungkan dengan komponen lainnya agar solar panel yang sudah dirancang dapat mengkonversi energi sinar matahari menjadi listrik yang akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan anda. Teknologi ini bahkan wajib dilengkapi komponen inverter sehingga perubahan arus listrik searah (DC) dapat diubah menjadi arus listrik bolak-balik (AC).

Itulah informasi lengkap terkait perbedaan sel surya dan solar panel yang wajib anda ketahui sebelum menggunakan alat ini. Pemilihan komponen teknologi ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena dapat mempengaruhi efisiensi yang dihasilkan. Untuk itu, percayakan saja kepada Sun Energy. Selain menyediakan produk berkualitas, terdapat penawaran menarik seperti DP 0%.